1.Tuliskan pengertian dari Qalqalah dan pembaginya beserta contoh masing-masing...??

2.Apa yang di maksud dengan Zuhud dan Tawakal..??

3.Mengapa Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur..??

4.Cari lah dalil atau bukti dari Al-Quran tentang..??
A.Zuduh
B.Tawakal
C.Kemurnian Al-Quran
D.Perintah Mempelajari Al-Quran
E.Tidak Menyakiti Tetangga
F.Sabar
1. Qalqalah secara bahasa, artinya at-taharruk wal-idtirab (bergerak dan gemetar).
Adapun secara istilah, Qalqalah artinya suara tambahan (pantulan)Huruf qalqalah ada lima,
yaitu ق ط ب ج د yang terkumpul dalam lafadz.Qalqalah di bagi menjadi 2 yaitu
A.Qalqalah Sugra dan
B.Qalqalah Kubra
• CONTOH QALQALAH SUGRA
ق- يَقْرَأُ ط- اَطْوَارًا ب- يَبْخَلُ ج- يَجْعَلُ
د- يَدْخُلُ
• CONTOH QALQALAH KUBRA
© اَحَدٌ ® اَحَدْ © خَلَقَ ® خَلَقْ

2.Zuduh adalah tindakan menghindari kecintaan berlebihan terhadap harta atau kesenangan
dunia sesuai dengan ketentuan Allah

Tawakal adalah rela hati meneria hasil yang telah diusahakan dengan sungguh-sungguh
dan menyerahkan ketentuan kepada Allah

3.1. Untuk menjamin bahwa ayat-ayat dalam Al Quran adalah ayat yang langsung diturunkan
dari Allah SWT. Pada alkitab yang dibawa nabi Musa AS telah dituliskan, bahwa akan
datang pesuruh Allah seperti engkau (Musa) dan perkataanKu akan diucapkan langsung
dari mulutnya (Muhammad).
2.Karena setiap ayat yang turun butuh dibuktikan secara perbuatan yang nyata agar manusia
melihat contoh yg terang.

4. Contoh Prilaku Zuhud
A.HIDUP SEDERHANA Pada hari minggu saya berkunjung ke rumah paman.Di sana paman hidup sederhana meskipun sebenar nya dia itu kaya.

B.TIDAK MENUMPUK NUMPUK HARTA Tetangga saya itu orang kaya pada saat saya main ke kamar nya saya melihat sepatu sedikit karena Dia tidak suka menumpuk numpuk harta.

C.MENGHINDARI HIDUP BERFOYA FOYA Saya mempunyai teman dia anak orang kaya,tapi dia tidak suka hidup berfoya foya,meskipun dia anak kaya.

D.KHUYUK DALAM BERIEADAH Saya melihat seorang ustadz dia khuyuk dalam beribadah di mesjid.

E.SENANTIASA MENGEDEPANKAN KEPENTINGA AKHIRAT Saya mempunyai teman dia itu sangat mengedepan kan akhirat.
Contoh Prilaku Tawakal
A.BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH Teman saya mengikuti ulangan tetapi hasil nya
selalu berserah diri kepada allah.

B.BERUSAHA KERJA KERAS Paman saya itu orangnya berusaha kerja keras untuk
mencari rezeki .karena paman saya orang nya sangat bertanggung jawab untuk
menapkahi keluarganya.

C.TIDAK MUDAH PUTUS ASA Teman saya apabila terkena suatu penyakit dia terus
berusaha dan tidak mudah putus asa untuk mencari obatnya.

5.Dalil Zudud
• 1. Zuhud terhadap makanan, dalam hadits Nabi SAW disebutkan kata A’isyah ra kepada keponakannya ‘Urwah: “Telah berlalu atas kami bulan baru, bulan baru, bulan baru (3 bulan) sementara tidak pernah menyala api di dapur rumah Nabi SAW dan keluarganya, maka ditanyakan oleh ‘Urwah: Wahai bibinda maka dengan apa kalian makan? Dijawab: Dengan air dan kurma.” (HR Bukhari 8/121 dan Muslim 8/217)
Dalil Tawakal
• Dalil tentang tawakal adalah firman Allah ta’ala:
“Dan bertawakallah kepada Allah jika kalian (benar-benar) beriman.”(QS.Al Maidah: 23)
Dalil Kemurnian Al-Quran
• Allah sendiri yang menjamin kemurnian Al-Qur’an Q.S. Al An'am (6) ayat 115 :

"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quraan) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui."
Dalil Perintah Mempelajari Al-Quran
• Sebagai seorang Muslim, kita diperintahkan Allah untuk membaca Al Qur’an, agar bisa mendapatkan petunjuk yang terkandung di dalamnya:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an)...” [Al Ankabuut:45]
Dalil Tidak Menyakiti Tetangga


Dalil Sabar
• “Wahai sekalian orang-orang yang beriman sabarlah kamu sekalian dan teguhkanlah kesabaranmu itu.” (QS. Ali Imran:200)
“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:155)
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az Zumar:10)
“Sungguh berbahagialah orang yang sabar dan mau memaafkan, karena perbuatan semacam itu termasuk perbuatan-perbuatan yang sangat utama.” (QS. As Syura:43)
SOAL UJIAN SEMESTER GANJIL

Minggu, 15 November 2009

0

Jin

Jin (bahasa arab : جن ) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi "tersembunyi" atau "tidak terlihat". Dalam Islam dan mitologi Arab pra-Islam, jin adalah salah satu ras mahluk yang tidak terlihat dan diciptakan dari api.

Dalam anggapan orang-orang sebelum Islam datang, Jin dianggap sebagai makhluk keramat, yang harus disembah dan dihormati. Orang orang pada masa tersebut menggambarkannya dalam bentuk patung sesembahan mereka.

“Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS Al-Hijr 15:27).

Dalam Islam, makhluk ciptaan Allah dapat dibedakan antara yang bernyawa dan tak bernyawa. Di antara yang bernyawa adalah jin. Kata jin menurut bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan, yang berarti istitar (tersembunyi).

Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan syetan ialah setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan.

Dinamakan jin, karena ia tersembunyi wujudnya dari pandangan mata manusia. Itulah sebabnya jin dalam wujud aslinya tidak dapat dilihat mata manusia. Kalau ada manusia yang dapat melihat jin, maka jin yang dilihatnya itu adalah jin yang sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat dilihat mata manusia biasa.

“Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kalian (hai manusia) dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS Al-A’raf 7:27).

Tentang asal kejadian jin, Allah menjelaskan, kalau manusia pertama diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas sesuai dengan ayat tersebut di atas.

Dalam ayat lain Allah mempertegas:

“Dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api.” (QS Ar-Rahman 55:15). Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adhdhahak berkata, bahwa yang dimaksud dengan firman Allah: Dari nyala api, ialah dari api murni.

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas: Dari bara api. (Ditemukan dalam Tafsir Ibnu Katsir). Dalilnya dari hadits riwayat Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan(diceritakan) kepada kalian.” [yaitu dari air spermatozoa] (HR Muslim di dalam kitab Az-Zuhd dan Ahmad di dalam Al-Musnad).

Bagaimana wujud api itu, Al-Qur’an tak menjelaskan secara rinci, dan Allah pun tidak mewajibkan kepada kita untuk menelitinya secara detail.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Syetan memperlihatkan wujud (diri)nya ketika aku shalat, namun atas pertolongan Allah, aku dapat mencekiknya hingga kurasakan dingin air liurnya di tanganku. Kalau bukan karenaKalau bukan karena doa saudaraku Nabi Sulaiman, pasti kubunuh dia.” (HR Bukhari).

Jin beranak-pinak dan berkembang-biak (lihat surat Al-Kahfi, 18:50). Tentang apakah jin bisa meninggal atau tidak, ada pendapat bahwa jin hanya berkembang biak, tetapi tidak pernah meninggal. Benar atau tidak, wa Allahu a’lam. Namun menurut hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, di mana Nabi Muhammad SAW berdo’a: “Ya Allah, Engkau tidak mati, sedang jindan manusia mati…” (HR Bukhari 7383 – Muslim 717).

Walaupun banyak perbedaan antara manusia dengan jin, namun persamannya juga ada. Di antaranya sama-sama mendiami bumi. Bahkan jin telah mendiami bumi sebelum adanya manusia dan kemudian tinggal bersama manusia itu di rumah manusia, tidur di ranjang dan makan bersama manusia.

Tempat yang paling disenangi jin adalah WC. Oleh sebab itu hendaknya kita berdoa waktu masuk WC yang artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari (gangguan) setan (jin) laki-laki dan setan (jin) perempuan.” (HR At-Turmudzi).

Syetan suka berdiam di kubur dan di tempat sampah. Apa sebabnya, Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci. Kuburan dijadikan sebagai tempat bermeditasi oleh tukang sihir (Paranormal).

Nabi Muhammad SAW melarang kita tidur menyerupai syetan. Syetan tidur di atas perutnya (tengkurap) dan bertelanjang. Manusia yang tidur dalam keadaan bertelanjang menarik perhatian syetan untuk mempermainkan auratnya dan menyebabkan timbulnya penyakitNa’uzu billah min zaalik!

Yang dimaksud dengan qarin dalam surat Qaaf 50:27 ialah yang menyertai. Setiap manusia disertai jin yang selalu memperdayakannya. Allah berfirman, artinya:

Yang menyertai dia (qarin) berkata pula: ‘Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkan tetapi dialah (manusia) yang berada dalam kesesatan yang jauh… (QS Qaaf 50:27).

Manusia dan syetan qarinnya itu akan bersama-sama pada hari berhisab nanti. Dalam sebuah hadits (HR Ahmad) Aisyah ra mengatakan:

Rasulullah SAW keluar dari rumah pada malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku, lalu ia berkata: “Apakah kamu telah didatangi syetanmu?” “Apakah syetan bersamaku?” Jawabku. “Ya, bahkan setiap manusia.” Kata Nabi Muhammad SAW. “Termasuk engkau juga?” Tanyaku lagi. “Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari godaannya.” Jawab Nabi (HR Ahmad).

Berdasarkan hadits ini, Nabi Muhammad juga ternyata didampingi syetan. Hanya syetan itu tidak berkutik terhadapnya. Lalu bagaimana mendeteksi keberadaan jin (misalnya di rumah kita), apa tanda-tanda seseorang kemasukan jin? Tidak ada cara atau alat yang bisa mendeteksi keberadaan jin. Sebab jin dalam wujud aslinya merupakan makhluk ghaib yang tidak mungkin dilihat manusia

Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. (Al-A’raf 7:27)

Tidak ada manusia yang bisa melihat jin, dan jika ada manusia yang mengklaim mampu melihat jin, maka orang tersebut sedang bermasalah. Bisa jadi dia mempunyai jin warisan atau pun jin hasil dia belajar. Kemampuan ini sebetulnya dalam Islam dilarang untuk dimiliki, dan termasuk dalam kategori bekerja sama dengan jin yang menyesatkan

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin 72:6)
Sesungguhnya, tidak ada cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan jin. Jangan meminta bantuan orang yang mempunyai ilmu terawang. Sebab kalau kita meminta bantuannya, kita berarti telah meminta bantuan dukun musyrik yang dalam Islam merupakan dosa besar, bahkan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

Yang bisa diketahui dalam hal ini adalah tanda-tanda keberadaan jin. Umpamanya, jin yang menampakkan diri pada seseorang di rumah atau ditempat-tempat tertentu. Atau anggota rumah/kantor yang sering kehilangan uang sementara menurut perkiraan sangat tidak mungkin ada orang yang mencuri. Atau orang sering kesurupan kalau memasuki tempat tersebut. Itu adalah bagian dari indikasi gangguan jin di tempat tersebut.

Jika sudah ada gangguan, maka Ruqyah Syar’iyyah adalah solusi islaminya. Ada pun jika tidak ada gangguan di rumah atau di tempat kita, maka pendeteksian keberadaan jin-jin jahat tak perlu dilakukan.

Demikian juga masalah deteksi jin pada diri seseorang. Tidak ada orang yang dapat melihat keberadaan jin secara pasti dalam tubuh seseorang. Kalau ada yang mengaku mampu mendeteksinya secara pasti, maka orang tersebut juga mempunyai jin yang tidak boleh dimintai bantuan.

Untuk memastikan keberadaan jin yang memasuki tubuh seseorang adalah juga dengan Ruqyah Syar’iyyah. Yaitu, terapi nabawi berupa membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan do’a-do’a yang ma’surat. Itulah satu-satunya cara islami yang diajarkan Islam untuk menangani segala kasus yang berhubungan dengan jin.

Indikasi orang yang dimasuki jin sebagai berikut:

  • Gejala waktu terjaga, di antaranya:
  1. Badan terasa lemah, loyo, dan tidak ada gairah hidup.
  2. Berat dan malas untuk beraktivitas, terutama untuk beribadah kepada Allah.
  3. Banyak mengkhayal dan melamun, senyum dan bicara sendiri.
  4. Tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa sebab.
  5. Sering merasa ada getaran, hawa dingin, atau panas, kesemutan, berdebar, dan sesak nafas saat membaca Al-Qur’an.
  • Gejala waktu tidur, di antaranya adalah:
  1. Banyak tidur dan mengantuk berat, atau sulit tidur tanpa sebab.
  2. Sering mengigau dengan kata-kata kotor.
  3. Melakukan gerakan-gerakan aneh, seperti mengunyah dengan keras sampai beradu gigi.
  4. Sering bermimpi buruk dan seram atau seakan-akan jatuh dari tempat yang tinggi.
  5. Bermimpi melihat binatang-binatang seperti ular, kucing, anjing, singa, serigala yang seakan-akan menyerangnya.
  6. Bermimpi ditemui jin yang mengaku arwah nenek moyang atau tokoh tertentu.
  7. Saat tidur merasa seperti ada yang mencekik lehernya atau menggelitikinya dan menendangnya.
Sumber:Wikipedia

Senin, 02 November 2009

0

Tawakal

Tugas Agama Dari Pak Gunawan

Tingkatan-tingkatan tawakal antara lain: tawakal level awwam, tawakal khawas, tawakal khawasul khawas.

Tawakal berasal dari kata “wakal” yang berarti “mewakilkan”. “Tawakkal” berarti memberikan perwakilan, kepasrahan, dan penyerahan diri kita kepada Allah. “Tawakkal” ialah menyamakan yang ada pada diri manusia, banyak ataupun sedikit.

Dengan kata lain, sepanjang kita masih mau membedakan yang banyak dan yang sedikit di dalam diri kita, maka kita bukanlah orang yang bertawakal. Biasanya kalau kita diberikan banyak, maka kita berterima kasih, tetapi jika diberi sedikit ataupun tak diberi, maka kita mengeluh. Kata-kata banyak dan sedikit bagi orang yang sudah bertawakal kepada Allah tidak lagi menjadi signifikan. Sudahkah kita seperti ini?

Pendapat lain menyatakan, bahwa tawakal adalah menanggalkan keinginan yang bersifat abstrak.

Ada orang yang hidup dengan angan-angan, bercita-cita untuk menjadi ini dan itu. Orang yang bertawakal takkan dibuai oleh angan-angan. Orang yang bertawakal angan-angannya hanyalah ingin menyerahkan dirinya dan Allah menerima dirinya.

Tawakal ialah ketetapan seorang hamba bersama Allah tanpa ketergantungan. Kalau kita masih tergantung kepada makhluk Allah, maka ini bukanlah tawakal.

Seorang istri takkan menggantungkan nasib sepenuhnya kepada suaminya. Demikian pula sebaliknya. Seorang karyawan takkan menggantungkan diri sepenuhnya kepada pimpinannya. Dia tergantung sepenuhnya kepada Allah.

Tawakal ialah menyempurnakan keyakinan kepada Allah. Keyakinan itu takkan terjadi kecuali dengan berbaik sangka kepada Allah, dan mempercayai sepenuhnya terhadap rezeki yang dijanjikan, serta meridhai terhadap ketentuan yang berlaku dari qadha’ dan qadarnya. Jika keyakinan seperti ini sudah sempurna di dalam hati kita, maka inilah yang dinamakan sebagai “tawakkal”.
Selama kita masih mengira-ngira negatif terhadap qadha’ dan qadar Tuhan, berburuk sangka terhadap Tuhan, kecewa terhadap pemberian Tuhan, maka kita tidak termasuk sebagai orang yang “mutawakkilin”.

Tawakal ialah menyempurnakan keyakinan kepada Allah. Kalangan para sufi menganggap, bahwa tawakal adalah “maqam puncak” (anak tangga puncak).

From:Aditya


Zuhud


sebagian masyarakat muslim beranggapan bahwa orang zuhud adalah orang yang dalam hidupnya telah meninggalkan dunia.ia hidup ditempat yang sepi dan bekerja hanya beribadah.ia tidak memikirkan tentang dunia.benarkah anggapan yang demikian itu? bagaimana zhud yang sebenarnya? berikut ini akan dipaparkan pengertian zuhud dan seluk beluknya.


dari segi bahasa zuhud berarti meninggalkan,tidak suka,atau menjauh kan diri.dalam pengertian istilah,zuhud adalah kondisi mental seseorang mengabdikan didr kepada allah secara berlebihan.


Ada 3 tingkatan zuhud yaitu:
1.
Tingkat Mubtadi' (tingkat pemula) yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun tidak ingin memilikinya.
2. Tingkat Mutahaqqiq yaitu orang yang bersikap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari harta benda duniawi karena ia tahu dunia ini tidak mendatangkan keuntungan baginya.
3. Tingkat Alim Muyaqqin yaitu orang yang tidak lagi memandang dunia ini mempunyai nilai, karena dunia hanya melalaikan orang dari mengingat Allah. (menurut Abu Nasr As Sarraj At Tusi)
From:Aditya

Minggu, 04 Oktober 2009

2
1. sebutkan dan jelaskan arti dari qalqalah sugro...?
2. tuliskan contoh dari seluruh huruf qalqalah kubro...?
3. tuliskan 4 kitab serta rasul penerimanya dan ringkasan isi kitab suci
tersebut...?
4.
Tuliskan Dahlil (Bukti Dari Alquran) Tentang Kitab-Kitab Suci Beserta Arti NYa?


JAWABANYA

1.Qalqalah secara bahasa, artinya at-taharruk wal-idtirab (bergerak dan gemetar).
secara istilah, Qalqalah artinya suara tambahan (pantulan) yang kuat dan jelas yg
terjadi pada huruf yang bersukun. huruf-huruf Qalqalah ada lima dan dapat di
sebut dengan BAJUDITOKO
Qalqalah sugro yaitu secara istilah ialah jika huruf Qalqalah bertanda sukun di
tengah kalimat.

2. tuliskan contoh dari seluruh huruf qalqalah kubro...?
jawab : qaf = biulhaqqi
tha = muhiitun
ba = hisaabin
jim = bahiijin
dal = somadu

3.1. kitab taurat di turunkan kepada nabi musa as. di gunung sinai. isinya
mengandung sepuluh hukum tuhan yg dikenal dengan ten commandment. kitab
taurat adalah ajaran allah dan merupakan petunjuk yg benar bagi kaum bani
israil. dalam surah al-maidah ayat 44.
2. kitab zabur diturunkan kepada nabi daud as. pokok ajarannya ialah tentang
kewajiban menyembah allah yg maha esa. dalam surah al-isra ayat 55.
3. kitab injil diturunkan kepada nabi isa as. secara garis besar sama dengan kitab
allah yang sebelumnya. firman allah dalam surah al-maidah ayat 46.
4. kitabal-qur'an diturunkan kepada nabi muhammad saw. sebagai penyempurna
kitab sebelumnya, kemurnian al-qur-an sampai saat ini dan seterusnya akan
terpelihara ke asliannya. allah menjamin bahwa al-qur-an akan selalu terjaga
keasliannya sampai akhir zaman. sesuai firman allah dalam surah al-hijr ayat 9.
4. 1. kitab taurat
artinya : sesungguhnya kami telah menurunkan kitab taurat didalamnya (ada) petunjuk
dan cahaya (yg menerangi) yg kitab ini diputuskan perkara orang-orang yahudi
oleh nabi-nabi yg menyerahkan diri kepada allah oleh orang-orang alim mereka
dan pendeta-pendeta mereka disebabkan mereka diperintahkan memelihara
kitab-kitab allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.
2. kitab zabur
artinya : dan kami berikan kitab zabur kepada daud.
3. kitab injil
artinya : dan kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi bani israil) dengan Isa Putra Maryam,
membenarkan kitab yang s4ebelumnya, yaitu taurat. dan kami telah memberi
kan kepadanya kitab injil, sedangkan didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya
(yang menerangi).
4. kitab al-qur'an
artinya : sungguh kami telah menurunkan Adz zikir (al-qur'an) dan sungguh kami yg akan
memeliharanya.